Pages

Tampilkan postingan dengan label Misteri. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Misteri. Tampilkan semua postingan

Jumat, 28 September 2012

Misteri Danau Purba di Candi Borobudur


Misteri Danau Purba di Candi Borobudur


Dua gelar kini melekat pada Candi Borobudur, sebagai Warisan Dunia UNESCO dan Guinness World Records sebagai situs arkeologi candi Budha terbesar di dunia.

Terlepas dari kemegahan dan keindahan Borobudur, lengkap dengan relief yang penuh kisah dalam agama Budha, sejumlah misteri masih melingkupi candi ini.

Pada tahun 1814, atas jasa Gubernur Jenderal Britania Raya, Thomas Stamford Rafffles, candi yang selama berabad-abad terkubur di bawah gundukan tanah, menjadi serupa bukit penuh semak belukar dan ditumbuhi pohon, mulai jadi perhatian pemerintah kolonial. Raffles juga lah yang pertama kali menuliskan nama “Borobudur” dalam bukunya, History of Java. Tak jelas asal mula nama itu.

Borobudur yang misterius itu diakui oleh Direktur Utama Taman Wisata Candi (TWC) Borobudur Prambanan Ratu Boko (Persero), Purnomo Siswoprasetjo.

Salah satunya, bagaimana cara Borobudur itu dibangun. Dari mana asal batu-batu besar material candi dan teknologi apa yang digunakan untuk mengangkat dan menyusunnya dengan presisi dan desain arsitektur yang mengagumkan.

“Apakah batu itu berasal dari Gunung Merapi, terus bagaimana membawanya dari Merapi menuju lokasi candi masih misteri,” kata Purnomo kepada VIVAnews, Kamis, 5 Juli 2012.

Tak hanya asal batu, di mana pembuat Borobudur mengukir dan memahat batu juga masih belum diketahui. Para arkeolog masih mencari dimana bengkel para seniman. “Mengukir dan memahat batu sedemikian besar ukurannya dan jumlahnya banyak, belum diketahui di mana tempatnya,” terang dia.

Letak Borobudur yang tak biasa, berada di atas bukit, dikelilingi dua pasang gunung kembar — Sindoro-Sumbing dan Merbabu-Merapi, sementara candi lain dibangun di tanah datar juga menjadi teka-teki yang belum terjawab.

Pada tahun 1931, seniman dan pakar arsitektur Hindu Buddha, W.O.J. Nieuwenkamp, mengajukan teori bahwa Daratan Kedu — lokasi Borobudur menurut legenda Jawa, dulunya adalah sebuah danau purba. Borobudur dibangun melambangkan bunga teratai yang mengapung di atas permukaan danau. Ini sebuah hipotesa yang menjadi perdebatan hangat di kalangan para ilmuwan saat itu.

Van Bemmelen dalam bukunya “The Geology of Indonesia” menyebutkan bahwa piroklastika Merapi pada letusan besar tahun 1006 telah menutupi danau Borobudur menjadi kering dan sekaligus menutupi candi ini hingga lenyap dari sejarah.

Fakta geologi juga memberi dukungan pada pendapat itu. “Di sekitar candi terdapat sumur yang airnya asin. Tapi yang sumurnya asin tidak di semua daerah, hanya di titik tertentu,” tutur Purnomo soal dugaan Borobudur dibangun di tengah danau purba.

Dia menambahkan, pertanyaan itu juga yang menarik banyak ilmuwan asing berdatangan, untuk melakukan penelitian. “Banyak para ahli dari luar negeri seperti dari Jepang yang datang ke Candi Borobudur khusus untuk meneliti danau purba itu. Mereka biasa tinggal selama satu minggu hingga dua minggu,” kata dia.

Salah satu cara untuk mengungkap misteri danau purba itu dengan meneliti sungai-sungai yang berada di sekitar Borobudur, termasuk Sungai Progo dan Elo. Juga pada masyarakat yang tinggal di sekitar candi.

“Semua pertanyaan-pertanyaan itu masih tersimpan semua. Kita menunggu kajian dari arkeolog untuk mengungkap misteri itu,” ucap dia.

Kejadian Mistik, Bus Pahala Kencana Masuk Hutan Jati di Blora


Kejadian Mistik, Bus Pahala Kencana Masuk Hutan Jati di Blora



Fenomena aneh bus Pahala Kencana jurusan Jakarta-Madura dan dua truk beton Jaya Mix yang tiba-tiba berada di tengah hutan di kawasan Blora, Jawa Tengah, Kamis (22/6) dikaitkan unsur mistis.

Beruntung seluruh sopir dan penumpang kendaraan yang masuk terowongan “gaib” tersebut selamat setelah mendengar suara kokokan ayam dan kumandang adzan Subuh.

Ketiga kendaraan tersebut mendadak tembus di tengah hutan Mbogan, Desa Kedungbacin, Kecamatan Todanan, setelah mengambil jalan pintas menghindari kemacetan di jalur Juwana-Rembang. Padahal jalan menuju hutan tak mungkin bisa dilalui kendaraan berbadan besar plus jarak kedua lokasi mencapai 50-an kilometer. Hingga jika dinalar sulit bisa diterima akal sehat.

“Itu jelas ulah makhluk halus. Kendaraan itu sebenarnya masuk ke dalam sebuah terowongan gaib yang entah kemana tembusnya. Beruntung sopir segera tersadar setelah mendengar suara kokokan ayam dan suara adzan,” kata Mbah Kesi, sesepuh desa setempat yang juga spiritualis kepada Tribun, Selasa (26/5/2012). Ia mengetahui cerita soal kokokan itu setelah si sopir truk bercerita banyak padanya saat meminta terapi akibat trauma berat.

Suara kokokan ayam jago dan adzan itu tedengar karena saat ketiga kendaraan ada di tengah hutan bersamaan dengan waktu shalat Subuh menjelang pagi yakni sekitar pukul 4.30. Menurut Kakek 62 tahun ini, jika saja tak ada suara-suara yang membuat sopir tersadar tersebut, bisa jadi rombongan bus dan truk itu lebih masuk jauh ke dalam jalan “gaib” itu. Bahkan bisa jadi rombongan truk dan bus yang mengakut puluhan penumpang itu tersebut masuk ke dunia lain dan tak kembali.

“Memang sulit dinalar akal sehat, tapi itu benar nyata terjadi. Apalagi hutan itu memang dianggap angker,” kata Mbah Kesi. Ia menjelaskan, dari penuturan sopir truk, jalan “gaib” yang dilalui tersebut sangat mirip dengan jalur pantura. Kondisi jalan ramai oleh lalu lalang kendaraan. Bahkan lengkap dengan tukang becak yang mangkal ditepian jalan. Tanjakan tempat truk dan bus nyasar ditengah hutan Mbagon itu adalah berupa perempatan yang saat itu menyala lampu merah hingga sopir berhenti.

Sunaryo, warga setempat, mengaku mendengar suara deru mesin kendaraan yang melintas didepan rumahnya pada malam saat peristiwa. Namun saat itu ia tak keluar rumah karena memang sudah larut malam. Ia pun tak berpikir macam-macam, karena menduga kendaraan itu adalah mobil bak terbuka kecil yang biasa lewat. “Paginya saya kaget, apa mungkin kendaraan yang lewat semalam itu adalah truk dan bus tadi. Tapi sepertinya tak mungkin karena jalan depan rumah sangat sempit,” katanya.

Setelah ditemukan warga, proses evakuasi dua truk tronton dan bus itu membutuhkan waktu seharian. Sebab, jalan sempit membuat ketiga kendaraan sulit bergerak. Menurut Lilik Pujianto, Kepala Desa Kedungbacin, evakuasi berlangsung dari pagi hingga petang. Sempitnya jalan membuat warga harus memperlebar jalan dengan menguruk tanah. Ranting-ranting pohon juga dipotong agar kendaraan bisa lewat.

“Setelah berhasil keluar, bodi mobil baru kelihatan lecet-lecet kena ranting. Padahal pas ditemukan kondisinya mulus. Aneh memang,” katanya. Sampai saat ini, ia masih setengah tak percaya pasca kejadian itu. Bahkan saat warganya melapor temuan bus ditengah hutan Kamis pagi , ia sempat acuh dan meminta untuk mengkroscek ulang lagi.

Saat evakuasi, Lilik mengaku, hampir terjadi keributan saat para penumpang hendak mengamuk sopir bus Pahala Kencana. Mereka mengira sopir tak tahu jalan hingga akhirnya tersesat di tengah hutan. Namun setelah sopir menjalaskan kejadian mistis yang dialami, para penumpang urung melakukan niatnya. “Sopir bus memang terlihat shock berat. Hingga ia tak mau mengendarai saat bus dievakuasi. Semua penumpang lalu melanjutkan perjalanan dengan bus lain,” katanya.

Sabtu, 22 September 2012

Ritual Mesum Gunung Kemukus

Berita Aneh - Mungkin sudah banyak yang tahu tentang ritual mencari pesugihan semacam babi ngepet dll yang dilakukan orang di Gunung Kemukus. Parahnya lagi yang dilakukan adalah berhubungan seks dengan pasangan tidak sah.



Ritual jorok seperti bokep ini banyak juga dilakukan oleh orang-orang yang mencari jalan pintas untuk menjadi kaya, bahkan lebih pintas dari Bisnis Online hehe. Bagaimana sebenarnya ritual ini bisa menjadi semacam tata cara dan menjadi semacam tradisi yang sesat? Gunung Kemukus terletak di Desa Pendem, Kecamatan Sumber Lawang, Kabupaten Sragen, 30 km sebelah utara Kota Solo. Untuk mencapai daerah ini tidak terlalu sulit, dari Solo bisa naik bus jurusan Purwodadi dan turun di Belawan (di sebelah kiri jalan akan kita temukan pintu gerbang yang bertuliskan “Daerah Wisata Gunung Kemukus”) dari sini bisa naik ojek atau berjalan kaki menuju tempat penyeberangan dengan perahu. Perlu diketahui bahwa sejak penggenangan Waduk Kedung Ombo, Gunung Kemukus menjadi seperti sebuah "pulau" tetapi pada waktu musim kemarau air akan surut dan praktis kita tidak memerlukan lagi jasa penyeberangan.

Gunung Kemukus identik sebagai kawasan wisata seks karena di tempat ini orang bisa sesuka hati mengkonsumsi seks bebas dengan alasan untuk menjalani laku ritual ziarahnya, itulah syarat kalau mereka ingin kaya dan berhasil. Dalam suatu aturan yang tidak resmi diwajibkan bahwa setiap peziarah harus berziarah ke makam Pangeran Samudro sebanyak 7 kali yang biasanya dilakukan pada malam Jum’at Pon dan Jum’at Kliwon atau pada hari-hari dan bulan yang diyakhini baik, melakukan hubungan seksual dengan seseorang yang bukan suami atau istrinya (mereka boleh membawa pasangannya sendiri atau mungkin bertemu di sana). Haduh-haduh... dari sini aja sudah kelihatan gak benernya.

Sejarah.
Nah mari kita ikuti sejarahnya meskipun masih ada yang menganggapnya hanya sebuah legenda rakyat daerah.
Dikisahkan tentang seorang Pangeran dari kerajaan Majapahit yang bernama Pangeran Samudro (ada yang menyebut bangsawan ini berasal dari Majapahit, ada pula yang menduga dari zaman Pajang), Pangeran Samudro ini jatuh cinta kepada ibunya sendiri (Dewi Ontrowulan). Ayahanda Pangeran Samudro yang mengetahui hubungan anak-ibu tersebut menjadi murka dan kemudian mengusir Pangeran Samudro.

Dalam kenestapaannya, Pangeran Samudro mencoba melupakan kesedihannya dengan melanglang buana, akhirnya ia sampai ke Gunung Kemukus. Tak lama kemudian sang ibunda menyusul anaknya ke Gunung Kemukus untuk melepaskan kerinduan. Wah ibu dan anak sama bejatnya nih!

Namun sial, sebelum sempat ibu dan anak ini melalukan hubungan intim, penduduk sekitar memergoki mereka berdua yang kemudian merajamnya secara beramai-ramai hingga keduanya meninggal dunia. Keduanya kemudian dikubur dalam satu liang lahat di gunung itu juga. Namun menurut cerita, sebelum menghembuskan nafasnya yang terakhir Pangeran Samudro sempat meninggalkan sebuah pesan yaitu kepada siapa saja yang dapat melanjutkan hubungan suami-istrinya yang tidak sempat terlaksana itu akan terkabul semua permintaannya.


Konon selengkapnya ia berujar demikian, "Baiklah aku menyerah, tapi dengarlah sumpahku. Siapa yang mau meniru perbuatanku , itulah yang menebus dosaku dan aku akan membantunya dalam bentuk apapun".
Yang jelas Anda jangan ikuti jejaknya ya, karena pasti akan mengalami akibat tragis seperti Pangeran Samudro yang bejat itu. Buktinya tempat itu menjadi bejat juga sampai sekarang, menjadi tempat operasi para wanita malam dengan alasan menjadi peziarah.

Sumber :  http://www.blogger.com/blogger.g?blogID=3433219462456773595#editor/target=post;postID=8579114047235092528

Jumat, 07 September 2012

Ratapan kuntilanak !!! Penakut Jangan Baca !!!

Ratapan kuntilanak !!! Penakut Jangan Baca !!! - Ada baiknya juragan membaca cerita ini pada waktu malam hari, sebelum membaca ini agan /sista matikan semua suara yang bising,music dan sebagainya,konsentrasi,tutup pintu kamar dan matikan lampunya juga biar feelnya lebih dapat ,selamat membaca gan.



Aku terbang dari satu tempat ketempat lain. Mungkin menurut kalian terlihat terbang, tapi tidak kenyataannya,,

aku hanya berjalan dari satu tempat mencari tempat yang jauh lebih nyaman buatku berteduh,,,,

Kalian tau? aku begitu menyukai tempat yang sangat gelap,,,

Aku tidak suka kalian mencemooh bagaimana fisikku kini.,,

Aku cantik? ya aku pernah cantik, itu dulu saat semuanya belum kuakhiri dengan paksa.

Jangan paksa aku untuk menceritakan kenapa aku begitu berani menyayatkan pisau dinadiku hingga seperti sekarang ini,,

Kalaupun bisa, mungkin aku tidak akan begini...hinggap dari satu tempat ke tempat yang lainnya,,


Aku Begitu menyukai anak perempuan,suka sekali.Entaah kenapa aku bgtu yakin kalau bayi yang kukandung dulu dan mati bersamaku adalah bayi perempuan,,

Sayang, banyak mahkluk sepertiku juga yang tak segan mengusir jika melihat keberadaanku.,,


Tidak tidak jangan pikir aku akan mencuri bayi kalian.Mistis sialan mmbuat aku dan teman2ku yg lain menjadi terkesan menakutkan.,,

Jika kalian ingin bertemu denganku atau hanya sekedar ingin berteman denganku, aku akan sangat bahagia,,

Jadi sebut saja sesuka hatimu siapa namaku. Kamu cukup mematikan lampu kamarmu,,

lalu membayangkan sosok seorang wanita dengan tinggi 159cm, berambut hitam legam hingga menyentuh lantai kamarmu,,

bajuku daster tipis putih semata kaki...sudah tidak putih lagi...ada bercak darah memenuhinya,,

kulitku pucat putih dan kaku , walau tak bahagia...tapi aku suka sekali tersenyum dan tertawa,,

Jangan lupa satu hal, aku juga sangat benci pada cermin. Jangan biarkan itu mengganggu pertemuan kita nanti,,

Aku sangat ingin bertemu dan mempunyai sahabat yang kubisa kuajak bermain dan bercerita,,

Panggil aku... bayangkan aku.... Tolong..aku mohonnn


*SEKIAN* silakan yg ingin berteman , panggil dia , bayangkan dia ...